Selasa, 24 Maret 2015

Oh jadi ini yang kau sebut berjuang?

Oh, Jadi Ini yang Kau Sebut Berjuang?

Bagiku, menunggumu adalah hal yang begitu menyenangkan, terlebih ketika kau menyempatkan untuk sekedar bertanya apa kabarku, apakah aku masih mencintaimu, dan beberapa hal lain yang sejenak bisa membuatku lupa bahwa aku sedang mengorbankan waktuku untuk menunggumu, yang nyatanya hari ini tidak lagi seperti dulu.

Lantas teman-temanku bertanya padaku, kenapa aku masih saja menanti sosokmu yang sudah nyata pergi dan sulit untuk kembali, tapi jawabanku sederhana saja, kukatakan pada mereka bahwa kau pernah berjanji untuk tak kemana-mana, dan aku masih sangat yakin bahwa kau tidak akan pernah ingkar, meski nyatanya aku sudah mendengar dari banyak orang kalau kau sudah punya wanita lain.
Aku adalah tipe orang yang memegang teguh komitmen dank au tau itu, bukan? Jadi, jangan herankan lagi kenapa aku masih dengan bodoh mau menantimu, karena kau pasti tau jawabannya. Aku masih sama dengan wanita lainnya, aku pun masih manusia biasa, tapi aku punya hati yang cukup lapang untuk menerima segala kenyataan, aku memiliki logika yang cukup hina untuk menyadari bahwa sosok yang aku bangga-banggakan adalah tak seharusnya aku perlakukan seperti dewa.
Oh ya, bolehkah aku bertanya padamu? Baiklah. Aku masih ingat saat kali pertama kita bertemu, kau memperkenalkan dirimu sebagai sosok pemegang teguh komitmen, apakah dirimu sudah berubah? Emm masih ingat saat kali pertama kita bercanda di kedai  waktu itu, kau katakan padaku bahwa ayahmu selalu mengingatkanmu untuk jadi lelaki sejati cukup dengan tak menyakiti hati wanita, lalu apakah sekarang ayahmu tak lagi mengingatkanmu sehingga kau lupa? Mungkin memang aku tak butuh lagi jawabannya, karena bagiku kamu sudah lelah berjuang, kamu sudah menghentikan langkahuntuk berjalan kepadaku, tak apa, karena memang aku mencari lelaki yang harusnya berjuang lebih keras darimu, mampu berjalan lebih jauh darimu.

-Dinar Eksa Pratiwi-  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar