Jemari
Asing
Masih berdiri di titik ini, masih tak bergeming.
Pandanganku masih nanar, cahaya terasa kecil di depan sana. Aku sudah lama
disini, sendiri. Berselimut kegelapan, dingin yang menusuk tulang, pilu yang
masih terasa walau kupejamkan mata. Aku benar-benar terluka, bahkan lututku
sudah tak kuat menopang tubuhku, aku terjatuh. Kutitikkan lagi gerimis di
lembut pipiku yang juga sebeku salju. Hela napas di setiap isakan gadismu ini
bagai pedang yang sudah menancap dalam. Entah sudah sejauh apa jarak diantara
kita. Sudah sampaikah kau pada mimpimu?
Alasan tak jelas yang membuatku harus
kau lepas. Namun sekarang Puan pun tak memiliki pilihan, bahkan namamu yang
dulu sering kuucap sekarang terasa asing untuk kudengar. Sungguh kau paling
hebat dalam menghunus pedang.
Setitik
sinar lalu mendekat, seakan aku didekapnya erat, seakan rambutku dibelainya
pelan, hingga mampu kudengar degup jantungnya. Siapa dia? Tangannya kokoh menggenggamku kuat,
pandanganku masih belum begitu jelas, tapi berada di dekatnya terasa nyaman.
Kuperjelas tatapanku, ternyata kau orang baru. Tanpa kupersilahkan kau sudah
berada didekatku, seakan ingin merapikan serpihan yang sudah berserakan. Apakah
kau yang bernama malaikat? Yang dikirim Tuhan untukku, atau kau hanya seseorang
yang merasa iba pada diriku? Ragu merasukku dengan sosok magismu. Kau tersenyum
dan meraih tanganku, mengajakku melangkah melanjutkan perjalanan yang sempat
kuhentikan. Seketika aku teringat, jalanku masih panjang, aku terhenti karena
tak sanggup meneruskan sendiri. Namun kini, aku mulai beranjak lagi, denganmu
yang baru hadir di hidupku, hangat jemarimu itu masih terasa asing untukku. Aku
belum yakin percaya padamu, yang kutahu hanya tak ingin terlepas dari genggaman
tanganmu dan terus berjalan bersamamu. Bersama senyuman manis yang ternyata kau
miliki, seperti senjata andalan senyuman manis memikat itu sekarang menjadi
alasanku ingin melihatmu setiap hari. Biar semua seperti ini dulu, biarkan
jarakmu dan aku tetap seperti ini, yakinku hati pasti akan memberi jawaban yang
jelas suatu saat nanti.
By : Lenny L.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar