Jumat, 20 Maret 2015

Jemari Asing

Jemari Asing


Masih berdiri di titik ini, masih tak bergeming. Pandanganku masih nanar, cahaya terasa kecil di depan sana. Aku sudah lama disini, sendiri. Berselimut kegelapan, dingin yang menusuk tulang, pilu yang masih terasa walau kupejamkan mata. Aku benar-benar terluka, bahkan lututku sudah tak kuat menopang tubuhku, aku terjatuh. Kutitikkan lagi gerimis di lembut pipiku yang juga sebeku salju. Hela napas di setiap isakan gadismu ini bagai pedang yang sudah menancap dalam. Entah sudah sejauh apa jarak diantara kita. Sudah sampaikah kau pada mimpimu?
 Alasan tak jelas yang membuatku harus kau lepas. Namun sekarang Puan pun tak memiliki pilihan, bahkan namamu yang dulu sering kuucap sekarang terasa asing untuk kudengar. Sungguh kau paling hebat dalam menghunus pedang.
            Setitik sinar lalu mendekat, seakan aku didekapnya erat, seakan rambutku dibelainya pelan, hingga mampu kudengar degup jantungnya. Siapa dia?  Tangannya kokoh menggenggamku kuat, pandanganku masih belum begitu jelas, tapi berada di dekatnya terasa nyaman. Kuperjelas tatapanku, ternyata kau orang baru. Tanpa kupersilahkan kau sudah berada didekatku, seakan ingin merapikan serpihan yang sudah berserakan. Apakah kau yang bernama malaikat? Yang dikirim Tuhan untukku, atau kau hanya seseorang yang merasa iba pada diriku? Ragu merasukku dengan sosok magismu. Kau tersenyum dan meraih tanganku, mengajakku melangkah melanjutkan perjalanan yang sempat kuhentikan. Seketika aku teringat, jalanku masih panjang, aku terhenti karena tak sanggup meneruskan sendiri. Namun kini, aku mulai beranjak lagi, denganmu yang baru hadir di hidupku, hangat jemarimu itu masih terasa asing untukku. Aku belum yakin percaya padamu, yang kutahu hanya tak ingin terlepas dari genggaman tanganmu dan terus berjalan bersamamu. Bersama senyuman manis yang ternyata kau miliki, seperti senjata andalan senyuman manis memikat itu sekarang menjadi alasanku ingin melihatmu setiap hari. Biar semua seperti ini dulu, biarkan jarakmu dan aku tetap seperti ini, yakinku hati pasti akan memberi jawaban yang jelas suatu saat nanti.

By : Lenny L.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar