Kamis, 29 Januari 2015

Surat Kusam

Surat Kusam

Selamat Malam..
Aku minta maaf jika aku lancang mengucap kata itu untukmu, yang seharusnya bukan hakku lagi. Aku jenuh pada semuanya, yang sudah kutumpuk dalam otak. Sebuah rasa, pikiran yang akhirnya bermuara pada surat kusam ini. 
Mungkin kau sudah bosan membahas tentang ini, tentang kisah rumit kita yang serasa tak bertepi.  Aku lancang lagi, kembali mengingatkanmu pada cerita menyakitkan dalam hidup. Namun aku tak sanggup menyimpannya sendiri.  Izinkan aku berbagi. Jujur, sampai saat ini rasa yang pernah tumbuh saat kita bersama, masih bersemi dalam kalbu. Hanya saja sedikit layu saat salah satu bagiannya patah. 
Bagaimana denganmu? Bagaimana kabarmu? Aku rasa kata itu pantas untuk menggambarkan betapa jauh jarak yang tercipta antara kita sekarang. Entah siapa yang memulainya. Apakah aku salah jika tetap menjaga sesuatu yang seharusnya telah kutinggalkan, karena aku sendiri yang menghancurkannya. Saat itu kau terluka, karena kebodohan pikiranku. Aku minta maaf. Apakah kau sudah memaafkan? Tapi, bisakah aku memohon semua kembali seperti semula? Aku tau itu hanya imajinasi konyolku. Karena telinga ini telah mendengar kabar baru tentangmu, tentangmu yang sedang mencoba merajut kasih dengan orang lain. Orang yang hanya cukup aku ketahui, cukup logis jika kau mencintainya, dia lebih baik dariku. Dia melebihiku dari aspek apapun, dan sekarang salahkah aku masih menyimpan rasa untukmu?  Kau yang pernah membuat hariku berwarna, izinkan aku menyimpan serpihan-serpihan kenangan indah kita, karena mereka terlalu manis untuk dilupakan. Aku bahagia pernah bersamamu, walau kadang aku merasa tak pantas. Terima kasih telah memberiku cinta yang telah kau jaga 11 bulan kemarin. Maaf, aku telah menggores luka dalam benakmu. Tapi yang seharusnya kau tau saat tak ada lagi tempat untukmu melepas lelah, aku masih disini sebagai tempatmu kembali.


By : Lenny L.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar