Mengantarmu Pulang
Kemarin semua masih baik-baik saja. Sebelum awan hitam meredupkan
pandanganku. Angin lembut serasa berduri di kulitku. Hawa sejuk terasa menusuk
tulangku. Beku di sekujur tubuhku ini menandakan ada salah satu bagian yang tak
lengkap dari diriku. Jemarimu yang biasanya menghangatkanku pun sekarang seakan
tak membantu, aku sadar jemarimu sudah tak ingin lagi kugenggam. Perubahan yang
tak sanggup kuterima, pilihan yang tak ingin kujalani, dan keadaan yang
tak kuasa kuhadapi. Seribu pertanyaan memenuhi relungku, yang
jawabannya takkan pernah kutemukan. Semua pertanyaan yang meledak-ledak ini
hanya menemui jalan buntu karena kebisuanmu. Jarak langkah kita merenggang,
sesekali saat ku terhenti kau tak menunggu hingga aku harus berlari untuk
menyejajarkan posisi. Saat jalanku hujan kau tak lagi memberi teduhan. Kemana
semua perlakuan baik yang pernah kau beri? Semuanya membekas dalam memoriku,
membuatku semakin sakit saat menyadari kau tak seperti dulu lagi.
Kupikir jalan kita masih sama, tapi ternyata kau sudah mengambil
langkah berbeda. Perbedaan ini menyadarkanku, seberapa jauh aku memaksamu
kembali, tempat di hatimu bukan aku lagi. Aku bukan lagi alasanmu tersenyum,
aku bukan tujuan perjalanan panjang yang kau tempuh, aku bukan tempatmu pulang.
Semakin kupertahankan, semua ini semakin menyiksa. Sedangkan merelakanmu aku
masih tak bisa. Apakah tak kau lihat pedih di tatapan mataku? Bahkan air mataku
tak bisa lagi mencairkan hatimu yang beku. Ikatan kita memang masih ada, tapi
hatimu sudah membatu. Cintamu sudah lenyap bersama waktu, apa dayaku untuk
mempertahankanmu?
Biar aku belajar pada kehidupan, tentang bagaimana matahari
membiarkan senja menenggelamkannya, dan bagaimana langit merelakan jatuhnya
setiap rintik air yang tak kembali. Mungkin aku harus membiarkanmu meninggalkan
janji setia kita, dan mungkin aku pun harus merelakanmu pergi tanpa
mengharapkanmu lagi. Di sisa perjalanan kita ini, biarkan aku mengantarmu
pulang. Mengantarmu ke tempat yang kau inginkan, lalu melepasmu. Setelah ini
perjalanan pulangku tak akan sama, karena kita tak lagi bersama. Akan kuhapus
setiap jejak kita tadi, hanya aku dan hujan yang tau bagaimana aku belajar
tentang “Ikhlas” dan “Mengerti”.
Karena cinta sejati takkan pernah pergi.
Lenny L.
